Skip to main content

Posts

Mencoret Bendera Merah Putih, Pendaki Itu Tidak Memiliki Rasa NASIONALISME..!!!

Weh.. Sedikit bergeser mengenai nasionalisme.. Sangat setuju kita sebagai warga negara Indonesia yang baik harus memiliki rasa ke-Nasional(isme)-an, dan menghargai jasa pejuang mempertahankan tanah hidupnya dengan merdeka supaya anak cucunya sekarang tidak perlu lagi menumpahkan darah juga mengorbankan nyawa.. Cukup dengan menjaga keutuhan bangsa merdeka ini.. Cukup menumpahkan keringat.. Menyimak beberapa postingan dihalaman facebook gw ada beberapa teman membagikan tautan foto/gambar segerombol pendaki berfoto grup dengan bendera merah putih (mungkin itu dipuncak), tetapi dilihat kolom komentar bahkan keterangan postingan foto/gambar tersebut berisi cacian buat kebodohan gerombolan yang sedang mengabadikan momen terbaik mereka.. Oh.. Ternyata permasalahannya adalah bendera merah putih terdapat tulisan memakai cat semprot yang tidak semestinya ada dibendera negara.. Ok.. Mengerti kenapa cacian itu dilontarkan komen(g)tator di media sosial dunia maya, karena bendera merah putih ti...

Bukan Karena Film 5cm..

Dan pada akhirnya film 5cm dijadikan bantalan "terdakwa" dalam setiap kecelakaan diruang terbuka terutama kegiatan mendaki gunung, padahal film itu sudah beberapa tahun lalu  beredar tapi masih saja dianggap sebagai penyebab banyaknya minat mendaki gunung, lalu kemudian banyak kecelakaan karena kurang kemampuan para individu "baru" pendaki gunung.. Sampai tercipta berbagai panggilan nyinyir bagi peminat "baru" kegiatan ini diterapkan oleh mereka untuk mereka.. Film 5cm memang salah tiga pemicu semakin banyaknya (semakin banyak = sebelumnya sudah banyak) pendaki gunung, tetapi sebelum film ini menurut pengamatan tidak cermat grafik peminat mendaki gunung memang sedang naik terus setelah adanya acara Jejak Petualang yang di pandu Riyani Djangkaru, sangat beruntung acara ini tidak dituding sebagai penyebab banyaknya peminat mendaki gunung lalu kemudian terjadi kecelakaan-kecelakaan.. Memang naas nasib film 5cm selalu dianggap bersalah, mungkin ini penyebab ...

Saya Iri Pada Kalian Hammockers..

Menarik sangat , penggiat aktifitas ruang terbuka semakin banyak ragam juga saling berkolaborasi.. Bisa dilihat di media seperti Facebook, Twitter, Instagram juga lainnya bermunculan nama akun menunjukkan diri sebagai sebuah komunitas, meskipun entah siapa dan berapa orang didalamnya.. Bisa juga sendirian hanya sebagai admin tanpa gerombolannya.. Sedikit berbagi pandangan sesama yang menyukai kegiatan ruang terbuka, sedikit tergelitik dengan sebuah foto yang dishare salah satu member group di facebook menampilkan bentangan kain terikat pada rak penyimpanan tas disalah satu gerbong kereta api.. Ya kereta api adalah transportasi publik memuat puluhan orang dalam satu ruang bernama gerbing tersebut.. Bentangan kain tersebut sebut saja namanya hammock bukan bunga ataupun mawar dan melati.. Komunitas hammock di Indonesia sedang berkembang dengan pesat, terlihat dari banyaknya penjual benda ini dengan beragam jenis.. Kenapa patokannya ke penjual?? Karena parameter paling gampang disitu di...

SUNGGUH …. TIDAK MUDAH MENJADI JUNIOR NAMUN LEBIH TIDAK MUDAH LAGI MENJADI SENIOR

( Sebuah kilas balik ) Saya bukan siapa siapa, dan juga bukan apa apa. Hanya seorang lelaki biasa, yang selama 42 tahun berkecimpung di dunia pegiat alam bebas. Sejak di SMA kelas 2, di umur 17 thn, tepat di tahun 1971, memutuskan untuk memasuki kelompok pendaki gunung di Cimahi. Tidak mudah untuk menjadi anggota kelompok Pecinta alam pendaki gunung saat itu. Umur organisasi yang baru genap 2 th ( berdiri sejak th 1969 ), belum ada yg cukup mampu untuk dijadikan instruktur beneran, sehingga kami melirik pada RPKAD ( sekarang Kopassus) grup 3 di Batujajar, untuk melatih kami. Jadilah saya dan teman2 seangkatan dilatih tentara elit itu, di tebing tebing citatah, hutan gn Burangrang, sampai ke barak situ lembang. Gunung hutan selama 2 minggu penuh, dan 5 hari terahir melakukan longmarch dalam kondisi survival sepenuhnya. Saat itu sudah berlalu, seiring waktu angkatan kami semakin dewasa dalam jam terbang. Gantian tugas sebagai instruktur dalam pendidikan dan pelatihan ...

R E S E C T I O N BUTUH USAHA DAN KEBERANIAN UNTUK MENENTUKAN DEFINISI DIRI

Masih ingat, di tahun-tahun 70 – 90 an, sekian banyak koran, TV dan media massa lainnya, yang suka banget ngasih judul berita yg bikin jengkel. Di puncak gn anu, terjadi kebakaran, yang diduga akibat sekelompok Pecinta Alam yang lupa mematikan api unggun. Lain lagi, kebakaran hutan akibat lupa membuang puntung rokok menya la. Lalu hutan yang mulai rusak karena terlalu sering di jelajahi. Tebing tebing alam yang kotor karena coret moret cat. Belum lagi jika ada yg tersesat dan mati di gunung, bikin repot semua orang saja …. Semuanya menunjuk pada ulah para Pecinta Alam. Bikin gerah memang. Jika kelompok pendaki gunung dan penempuh rimba, sudah jelas seperti apa. Lalu binatang apakah ?, mahluk semacam apa sang Pecinta Alam ini ?. Ambil buku panduan dari dep pendidikan, munculah definisi, Pecinta alam adalah … bla bla bla. Ambil buku dari orang kehutanan, muncul definisi bahwa PA adalah …bla bla bla ….. Semua mereka mencoba mendefinisikan apa itu PA, kecuali definisi dari...

Jadilah Safety Player dan Anak Negeri Ini Takkan Pernah Kemana-mana..

Sebuah catatan dari seorang pecinta alam Indonesia yg turut membidani FK-KBPA-BR.. JADILAH SAFETY PLAYER DAN ANAK NEGERI INI TAK AKAN PERNAH KEMANA-MANA. Beritanya terpetik tadi pagi, ketika sebuah korban kembali jatuh. Sebuah organisasi Pecinta Alam Bramatala yang UKM nya STIEB di Bandung tikarnya harus digulung. Alasannya pada saat pendidikan dasar, ada siswa yang meninggal dunia. Tentunya ber ita duka, seorang siswa meninggal dunia harus menjadi bahan pelajaran berguna bagi kita semua. Seharusnya menjadi bahan renungan, dan sekaligus menyampaikan salam duka bagi keluarga yang ditinggalkannya. Namun terlepas dari kedukaan tadi, sesungguhnya ada kalimat tanya dihubungkan dengan pembredelan organisasinya. Quo vadis sistem pendidikan nasional kita ?..... Silahkan cek, semua organisasi PA yang tikarnya digulung oleh para pemegang otoritas pendidikan di negeri ini ( apalagi di tingkat SLTA ), adalah konon karena kegiatannya mengandung resiko, terlalu beresiko, begitul...

Humanitarian standards in context - Bringing the Sphere Handbook to life

  Bagaimana standar penanganan bencana, bisa dipelajari di video tersebut diatas..